Monday, 9 March 2015

A GLANCE EXPLANATION OF DAYAK TRIBE OF CENTRAL KALIMANTAN

The three big Dayak tribes who inhabit this province are Ngaju, Ot Danum, and Ma’anyan Ot Siang. Ngaju, like some other tribes, moves from one region to another. They adhere to the old Kaharingan religion, which is the form of ancestor worship, mixed with animism elements. They have seen progress. Many of them live in the towns, have enjoyed an education and they are intelligent.
The Ot Danum live in longhouses, which sometimes have as many as 50 rooms. The unique longhouse is called Betang. With approximately 6,000 people, the Ot Danum is the largest among the three tribes. They are known for their skill in plaiting rattan, palm leaves, and bamboo. Made by the women, such products are sold in many cities such as Banjarmasin, Kualakapuas, and Sampit. Like other Dayaks, the men are good hunters, using simple tools. The art of Central Kalimantan clearly bears the marks of the Kaharingan religion, which is the traditional belief of the Dayaks in the hinterland of Central Kalimantan. The building styles are the elements of the Hindus, Chinese, and Hindu-Javanese. Aside from their aesthetic properties, such products are appreciated for their magic value.
The Ma’anyan speak a language which is almost the same with that on Madagascar. There is a lot of speculation that their ancestors crossed the sea to Madagascar in the 3rd or 4th century. This would mean that the Ma’anyan lived more close to the beach than they do today.b 300x217 Dayak Tribe of Central KalimantanThe Ot Danum (the name means upstream area) live in the area around the rivers north of the Ngaju and south of the Schwaner- and Müller Range, as well as the Melawi-beaken of West Kalimantan, which is located north of the Schwaner Range. Their area is three hundred km wide stretch of land just south of the equator. The Ngaju see the Ot Danum as their cultural ancestors, but there are remarkable differences between the two groups. The Ot Danum live in longhouses in pillars, two to five meters above the ground. This habit is probably taken from the Kenyah or Kayan.


The Ngaju
The Ngaju, the most known Barito Bayak, managed the creation of the province of Central Kalimantan. They speak different dialects of which the Kahayan has become the local dialect. Most Ngaju practice Kaharingan, or are converted to protestantism; only the Bakumpai Ngaju converted to islam over a century ago.
The branding longhouses of the Dayak are hard to find among the Ngaju. Their place is taken by communal rooms, in which meeting and rytes are held. The Ngaju belong to the best artists of Borneo. This reputation is shown in the ceremonial objects for the dead, like the wooden coffins, tombes, and sailboats and big statues.

The Ma’anyan
The different Ma’anyan communities hold contact with each other and with the cities along the Barito by periodical markets. Their most important product for trade – nice canoos made out of one piece – are loved among the Banjarese.
During wars the Ma’anyan lived in family houses in pillars, which could be as high as seven meters. Many Ma’anyan practiced the Kaharingan religion. They know complicated rytes in combination with agriculture and funerals, bring sacrifices for spirits and ask a sjaman when someone has fallen ill. On their graveyard, you can see that the Ma’anyan used to be very layered: the bone-houses of the nobility are placed more upstream, followed to the ones of the warriors, the normal population and the slaves, most downstream.
Before a traditional marriage, the comming husband needs to work and live with the family for five years. This period can be shortened by payments to the coming mother-in-law. This is an extra on the bridal treasure, which consists of bronze drums, beads and money.
The Ot Danum
The same with the headhunting, the mild form of social hierarchy and the images on shields and mandau lemmets. However the religion of the Ot Danum looks like that of the Ngaju (most of them still practice kaharingan), their ritual re-burials are more simple and their woodcarvings are less detailed.

Thursday, 5 March 2015

CLASSICAL DANCE BANJAR



Banjar dance is dance that was developed by a tribe Banjar, either in the form of classical dance (Baksa, accompanied by Gamelan Banjar) and traditional dance (Panting music accompaniment).

Types of Banjar Dance


Bagandut type of traditional dance in pairs which in the past was the highlight erotic dancers dance like a dance ronggeng tayub in Java and Sumatra. Gandut means tledek (Java).


Gandut dance was originally only played in the royal palace, new in about 1860's dance evolved into corners of the kingdom and become the preferred type of art by a group of ordinary people. This dance is played every crowd, for example marriage ceremony night, hajad, hometown fundraiser and so on.



Gandut is a unique profession in society and women are not capable of being Gandut carelessly. In addition to requirements and should be pretty good at dancing, a Gandut also required to master the martial arts and certain spells. Additional knowledge is very important to protect himself from the hands of the audience who did little nosy want to wear black magic lure. In the past many Gandut that diperistri by the nobles and government officials, as well as a beautiful face they are also believed to have knowledge that pleases the audience charmer. Komalasari Nyai queen, consort of Sultan Adam is a former dancer Gandut famous.


In its heyday, the dance arena Gandut often a shootout competition arena prestige of the men who come to dance. This competition can be seen through the manner of men dancing skills and show how much money is left to the Gandut.


Gandut dance as entertainment continues to grow in agricultural areas throughout the Kingdom of Banjar, with its center in the area Pandahan, District Central Tapin, Tapin district.


Gandut dance since the 1960s are no longer growing. Factors Islam is a major cause loss of this type of art coupled with the onslaught of other types of modern art. Now Gandut can still be played but no longer as the original dance just as a reminder in the preservation of traditional arts Banjar.






Tuesday, 3 March 2015

MENGAPA BAYI YANG DIGENDONG PENGEMIS SELALU TERTIDUR?


Pernahkah Anda memperhatikan, saat bepergian ke suatu tempat, dimana ada seorang ibu pengemis menggendong bayinya yang sedang  tertidur, kemudian Anda merasa kasihan? Hal yang sebenarnya dialami bayi tersebut, justru akan membuat kita miris.
Seperti dilansir dari themirrorposTcom, banyak pengemis di negara-negara Asia, Eropa seperti di Rumania dan Amerika Selatan, yang menggunakan bayi-bayi yang disewa, atau bahkan diculik dari keluarganya.

Bagi Anda yang memiliki bayi atau anak kecil, dalam sehari pasti mereka pernah menangis atau tak bisa diam. Lain halnya dengan bayi yang dibawa oleh para pengemis. Seringkali mereka terlihat tidur sepanjang hari.

Nah, untuk membuat bayi itu tertidur terus dan tidak mengganggu aktivitas mereka 'mencari uang', tak jarang pengemis memberi bayi-bayi malang itu obat bius, minuman beralkohol hingga heroin.
Seorang wartawan dan penulis buku dari Inggris, bernama Matthew Solo, selama sebulan ia mengamati aktivitas para pengemis di Bangkok dan Kamboja.

Matthew, bersama temannya yang berasal dari Rumania, mendapat info, jika para pengemis itu bagian dari bisnis organisasi kejahatan.
Bayi-bayi malang, dengan tubuh masih rentan itu, tidak mampu mengatasi bahaya yang dihasilkan dari pemberian minuman dan obat-obatan terlarang. Tak jarang, banyak dari bayi-bayi itu yang meninggal, selama mereka dibawa mengemis.

Yang mengerikan dan membuat miris, pengemis tersebut membawa bayi dan anak yang meninggal, hingga malam hari. Karena ketidaktahuan, banyak orang-orang yang memberi uang kepada pengemis itu. Tindakan moral mereka, yang didasari rasa kasihan sebenarnya tidak membantu, karena pengemis justru mengeksploitasi bayi dan anak-anak.

Dari hasil pengamatan Matthew, setiap hari para pengemis itu membawa anak atau bayi yang berbeda dari hari sebelumnya. Saat ditanya oleh Matthew, pengemis itu hanya diam saja.
Anda bisa membayangkan jika, anak dari seseorang yang Anda kenal diculik, kemudian dibius dan dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak baik. Bagaimanakah perasaan Anda? Sementara banyak orang yang memberi pengemis itu uang, dengan memanfaatkan rasa belas kasihan mereka.

Jadi, setiap kali Anda melihat pengemis di stasiun, di bawah jembatan, di jalanan, atau dimanapun, sebelum Anda ingin memberi uang kepada mereka, berpikirlah, jangan sampai Anda berkontribusi dalam membantu bisnis ilegal ini berkembang.

Semoga bermanfaat.


Monday, 12 January 2015

ANTARA SUAMI, MERTUA DAN ORANG TUA

Kadang seorang istri kurang memahami mana yang harus didahulukan antara Suaminya, Orang tuanya, atau Mertuanya.

SUAMI ADALAH TIKET SYURGA BAGI ISTRI
Dia harus didahulukan daripada orang tua istri,
Hal ini terjadi karena PERNIKAHAN,
Yaitu proses IJAB dan QOBUL (serah terima) antara orangtua atau wali kepada suami.
"Dari Aisyah r.a,aku bertanya kepada Rosulullah,"Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak atas seorang wanita? Beliau menjawab,"Suami dari wanita itu"
Aku bertanya lagi:
"Siapa yang paling berhak atas seorang laki laki, Rasulullah menjawab,"Ibu dari laki laki itu"
( HR.Imam Hakim )

"Setiap istri yang meninggal dunia dan diridhoi oleh suaminya, maka ia masuk syurga"
( HR.At-Tirmidzi)

Rasulullah bersabda:
"Apabila wanita telah melaksanakan shalat 5 waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya dikatakan untuknya"masuklah Syurga dari pintu arah mana saja yang engkau kehendaki"
(HR.Ahmad dan At-Thabrani )

ORANG TUA ADALAH TIKET SYURGA BAGI SUAMI.
Dari Abdullah Ibnu Amar al-'Ash r.a,Rasulullah bersabda:
"Keridhoan Allah tergantung kepada Keridhoan Orangtua, kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua"
(HR.At-Tirmidzi)
Sesuai Hadist diatas, maka bagi seorang laki laki,orangtua adalah lebih utama di bandingkan istri dan anak anaknya.

Hal diatas bisa kita lihat dari kisah 3 orang yang sedang dalam perjalanan dan kemalaman,sehingga mereka menginap di sebuah goa.
Namun, goa tersebut tertutup oleh sebuah batu besar sehingga mereka tidak berdaya mendorong batu tersebut dan tak bisa keluar dari goa.
Kemudian salah seorang dari mereka berkata:
"Sungguh tiada seorangpun dari kita yang dapat menyelamatkan kita dari bahaya ini,
Kecuali jika kita berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal sholeh yang pernah kita lakukan".

Kemudian salah seorang dari mereka yang pertama berdoa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku tidak pernah memberi minum susu kepada siapapun termasuk anakku, sebelum aku memberi susu kepada orangtuaku.
Suatu hari ketika aku pulang kerumah dan mendapati ayah ibuku sudah tertidur namun aku tidak mau membangunkan mereka,
Sungguh,aku menunggu mereka bangun sampai terbit fajar sambil membawa susu walaupun anakku menangis merengek rengek minta susu dibawah kakiku.
Sungguh, jika aku melakukan hal ini hanya mengharap ridho_MU, maka bukalah pintu gua ini, ya Allah..!"
Kemudian pintu goa tersebut terbuka sepertiganya.

Dari kisah diatas bisa kita belajar bahwa,
Mendahulukan segala urusan orang tua bagi seorang laki laki adalah yang utama.
Maka bila seorang laki laki mempunyai istri yang senantiasa mendorong dan memotivasi suaminya untuk selalu berbuat baik kepada orang tuanya, maka..
Sungguh wanita seperti inilah yang bisa menjadi TANGGA bagi suami untuk masuk syurga dan otomatis istrinya akan mengikuti suami masuk syurga karena keridhoan suaminya sesuai Hadist diatas.

Dan sebaliknya, jika seorang istri selalu memicu permusuhan antara suami dan orangtuanya, maka.. dialah seburuk buruk istri.
Suami dan istri akan masuk neraka kecuali meminta maaf dan memohon ampunan kepada Allah, dan mendapat ampunan_Nya.

SUAMI HARUS MENGAJAK ISTRI UNTUK BERBUAT BAIK KEPADA KEDUA ORANGTUA ISTRI.
Suami yang taat kepada Allah, dia akan mendorong istrinya untuk berbakti kepada kedua orang tua istri, Sehingga bila istri ingin membantu orangtuanya pun harus seizin suaminya.
Hal ini sesuai firman Allah:
"Dan kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada orangtuanya (terutama kepada ibunya), Karena ibunyalah yang telah mengandungnya dengan susah payah, dan menyapihnya dalam (umur) 2 tahun, Oleh karena itu, hendaklah kamu bersyukur kepada_KU (hai manusia) dan juga kepada orang tuamu"

(QS.Luqman :14 )

Thursday, 11 December 2014

PHOTO STORY: SHERATON BANDARA HOTEL MEDIA GATHERING 2014

Media Gathering at Sheraton Bandara Hotel 11 December 2014.

Sheraton Bandara Hotel is proudly to present Taste Padang Food Promotion from 1st of January 2015 to 31st of January 2015 at Linjani Restaurant. Cooked with rich taste of succulent coconut milk and 10 different spices, our native chef Mukaefuri and his team fuse the spices during the cooking process of Padang Food to create a new experience for the guests. Local and National medias were gathered here to taste the 17 delectable Padang Food.














Thursday, 27 November 2014

HAPPY BIRTHDAY MY SON "ALVIAN"


Masih teringat… waktu kamu bergerak menendang-nendang perut mamamu sewaktu kamu masih di dalam kandungannya…dan aku selalu memanggilmu “Adam”

Masih teringat… saat kamu 3 bulan dalam kandungan mama mu bahwa aku memberitahukan seluruh temanku. Dengan bangga aku bercerita bahwa aku akan mempunyai harapan. Anak ini Insya Allah akan menjadi anak yang sholeh atau sholehah, berguna bagi Agama, bangsa dan negara. Itulah kata-kata yang aku ucapkan kepada teman-teman ku”

Masih teringat… ketika aku dan mama mu pontang panting mencari Rumah Sakit Bersalin dan Dokter terbaik, agar engkau lahir di dunia ini dengan selamat, sehat dan sempurna bahkan aku tak peduli berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan walau saat itu kondisi pekerjaanku sedang sangat tidak baik.

Anak ku… Hingga tiba saatnya aku menangis bahagia ketika melihat dirimu lahir dengan selamat dan sehat.
Sujud syukur aku lakukan atas karunia-Nya, sambil berdoa agar dirimu menjadi anak yang sholeh, dan berbakti.
Annaku… masih ingatkah kamu, pertama kali kamu mendengar suara Adzan berkumandang di telinga kananmu dan Iqomat di telinga kirimu..itulah suara ku. Kuberikan nama indah untukmu, doa, harapan dan cinta untukmu.

Masih teringat… pertama kali aku membersihkan kotoranmu,
Masih teringat… Ketika engkau sulit bernafas karena pilek, aku yang menyedot kotoran hidungmu dengan mulut ku sendiri.




1 tahun…2 tahun dan sekarang tak terasa usiamu sudah 3 tahun


Anak ku… kelak nanti kamu dewasa, Aku tidak mau terlalu banyak berharap kepadamu.
Semua akan berubah, sikap bumi, ucapan langit, prilaku udara, dan tujuan hidup manusia.
Engkau akan menyaksikan perubahan itu…

Anak ku… Pandai-pandailah engkau membaca semuanya.
Jadikanlah Agama Allah SWT sebagai tiang penopang kehidupan mu, kuatkanlah iman dan taqwa mu selalu.

Anak ku… Aku berusaha menjadi sebaik-baiknya lelaki (Ayah) yang mencintai mu, kakakmu juga mama mu. Mungkin terkadang sikap ku tidak sesuai dengan harapan mu, harapan kalian. Tapi yakinlah, jangan pernah meragukan akan ketulusanku dan kebesaraan cintaku kepada kalian…

Ya Allah…
Anugerahkan kepadaku kelangsungan hidup anakku, panjangkan usianya, sehatkan badannya, akhlaknya, agamanya, sejahterakan jiwa dan raganya, alirkan rezekinya melalui tanganku, anugerahkan kepadanya kecerdasan akal dan kebeningan hati.

Ya Rabb…
Berikanlah hamba kekuatan untuk dapat mendidiknya serta berbuat baik kepadanya dari sisiMu, menjadikannya lebih baik dan lebih bertakwa kepadaMu. Berikanlah semua itu dengan petunjuk, rahmat dan ridhoMu. Tunjukkan dan berikanlah yang terbaik kepadanya untuk dunia dan akhiratnya.

Ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang…
Hanya kepadaMu aku berlutut dan memohon. Hanya kepadaMu aku bertaubat dan berserah diri. Ya Allah, perkenankanlah doaku ini... Amin Ya Robbal alamin.

Kamis, 27 November 2014
SELAMAT ULANG TAHUN yang ke 3 untuk ALVIAN

     Papa mu
- Rian Irawan -

Friday, 7 November 2014

Prilaku yang membuat seorang istri terperosok ke Api Neraka


Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron. Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.

Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan. Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda. Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.


1. Nusyus (tidak taat kepada suami)

Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.

Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:
- Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
- Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
- Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah
- Lalai dalam melayani suami
- Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
- Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
- Keluar rumah tanpa izin suami
- Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.

Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.

2. Tidak menyukai keluarga suami
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.

Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.

3.  Tidak menjaga penampilan
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.

Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.

4. Kurang berterima kasih dan bersyukur
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.

Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona’ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.

5. Mengingkari kebaikan suami
“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.” Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.Ajaib!! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?

“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu’Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah? Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197). Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi, apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?

6. Mengungkit-ungkit kebaikan diri
Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

7. Sibuk di luar rumah tanpa izin suami
Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.

Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terabaikan.Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika hni terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.

8. Cemburu buta yang menimbulkan fitnah terhadap suami
Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.

9. Kurang menjaga perasaan suami
Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya.

Demikian beberapa prilaku istri yang terkadang dilakukan kepada suami yang seyogyanya kita hindari agar suami semakin sayang pada setiap istri. Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Amiin Yaa Robbal’alamiin…

Sumber : Dakwatuna