Monday, 20 April 2015

"FITNAH" lebih kejam daripada pembunuhan?


Allah Ta’ala berfirman:
وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ
“Dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan.” (QS Al-Baqarah: 191)
وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ
“Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh.” (QS Al-Baqarah: 217)

Sebagian kalangan mentafsirkan ayat ini layaknya mentafsirkan bahasa Indonesia. Yaitu, fitnah yang berarti tuduh-menuduh itu lebih keji dan kejam daripada pembunuhan. Daalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia v1.3) ketika kita meng-entri kata “fit·nah”, maka akan kita dapati demikian
“perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yg disebarkan dng maksud menjelekkan orang (spt menodai nama baik, merugikan kehormatan orang): – adalah perbuatan yg tidak terpuji;
mem·fit·nah atau menjelekkan nama orang (menodai nama baik, merugikan kehormatan, dsb.”
Maka ketika terjadi pertikaian berupa tuduh-tuduhan yang tidak mengenakkkan, orang dituduh akan serta-merta mengeluarkan dalil firman Allah di atas. “Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh.”
Namun benarkah demikian makna fitnah yang diinginkan Allah dalam ayat ini? Ataukah ada makna lainnya?
Baiklah, agar supaya kita tidak terjerumus ke dalam ancaman, “Siapa yang berkata tentang Al-Quran dengan akalnya (dalam riwayat lain: dengan sesuatu yang tidak ia ketahui), maka hendaknya ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka,” mari kita telusuri pendapat para ulama yang pakar dalam disiplin ilmu tafsir.
Abu Al-‘Aliyah, Mujahid, Sa’id bin Jubair, ‘Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, Adh-Dhahak, dan Ar-Rabi’ bin Anas berpendapat tentang firman-Nya, “Dan fitnah itu lebih dahsyat dari pembunuhan,”: “Kemusyrikan itu lebih dahsyat daripada pembunuhan.”

Syaikh Muhammad Nawawi bin ‘Umar Al-Bantani Asy-Syafi’i –rahimahullah- menjelaskan dlam tafsirnya (I/64), “{Dan fitnah itu lebih dahsyat daripada pembunuhan}, yaitu ujian yang dengannya seseorang teruji seperti dikeluarkan dari tanah air, itu lebih berat daripada pembunuhan. Sebab, susahnya lebih lama dan sisa sakitnya lebih lama. Ada yang berpendapat: kemusyrikan kalian terhadap Allah dan peribadatan kepada berhala-berhala di tanah haram itu serta pencegahan kalian terhadap kaum muslimin darinya (baca: dari tanah haram) lebih jelek daripada kalian membunuh mereka di dalamnya.”
Berkaitan dengan ayat ke-217, Ibnu Jarir Ath-Thabari dan Ibnu Katsir menjelaskan:
وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ أي قد كانوا يفتنون المسلم في دينه حتى يردوه إلى الكفر بعد إيمانه فذلك أكبر عند الله من القتل
“{Dan fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan}, artinya mereka telah menganggu agama seorang muslim sehingga mereka mengembailkanya kepada kekufuran setelah keimanannya, maka yang demikian itu lebih besar (dosanya) menurut Allah.”

Al-Imam Al-Baghawi menjelaskan, “{Dan fitnah itu} yaitu kemusyrikan yang melekat pada kalian itu {lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan}.”
Al-‘Allamah Muhammad Shiddiq Hasan Khan Al-Qinnuji Al-Bukhari –rahmatullah ‘alaih- menjelaskan, “{Dan fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan}. Yang dimaksud dengan fitnah di sini adalah kekufuran dan kemusyrikan. Yang mengatakan demikian adalah Ibnu ‘Umar. Artinya, kekufuran kalian itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan yang kalian lancarkan kepada sarriyyah (pasukan perang yang tidak diikuti Nabi) yang diutus oleh Nabi –shallallahu ‘alahi wa sallam-. Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud fitnah di sini adalah mengeluarkan penduduk Makkah darinya (baca: dari Makkah). Ada juga yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan fitnah di sini adalah gangguan yang mereka lancarkan terhadap agama mereka (kaum muslimin) sehingga mereka binasa, maksudnya fitnah yang ditujukan kepada orang-orang lemah dari kalangan kaum mukminin, fitnah yang sama dengan fitnahnya kaum kuffar yang tengah mereka pijaki.” (Fat-h Al-Bayan ‘an Maqashid Al-Quran I/436)
Sampai di sini kita dapat menyadari tidak ada satu pun ulama pakar tafsir yang memahami fitnah di sini sebagaimana yang dipahami oleh sementara sebagian kalangan. Dan perlu diketahui bahwa fitnah dalam bahasa Indonesia berbeda dengan bahasa ‘Arab. Fitnah dalam bahasa Indonesia biasa diwakili kata “buhtan” dalam bahasa ‘Arab. Sedangkan fitnah dalam bahasa ‘Arab memiliki arti yang tidak sedikit. Di antaranya adalah: cobaan, ujian, musibah, azab, dan selainnya.
Allahua’lam.

Tuesday, 14 April 2015

BATAVIAN MUSIC CULTURE

Introducing Tanjidor - One of the tribes who live in Jakarta is betawi tribe. Betawi word comes from the word "Batavia" which is the former name of Jakarta. Betawi tribe was born in 1923 beginning with the establishment Perkoempoelan Kaoem Betawi. This is known because during the colonial era, including the Dutch who diligently conducting a census, but by then the existence of Interest Betawi still not listed in the census. Interest actually turned out to previously existing Betawi, but not yet organized. 


The Existing of Perkumpulan Betawi

So with his existing Perkoempoelan Kaoem Betawi, recognized the existence of Interest Betawi start. Since then the Arts Orchestra Tanjidor began to expand along with the existence Perkoempoelan Kaoem Betawi. Betawi tribe is a mix of various ethnic groups such as Javanese, Sundanese, Malay, Sumbawa, Ambon and Chinese. The combination is evident in the dielectric and a wide range of arts Betawi Betawi. Betawi arts such as Gambang Kromong, Tambourine, and Tanjidor Keroncong monument. Kromo xylophone is a musical art that is still linked to Chinese tradition while Rebana related to Arab art music. This attachment is shown in the form of music and tone of the instrument by instrument kelurkan the music. Portuguese art is set for the Keroncong monument.

Photo by: Deniek G. Sukarya

The History of Tanjidor

Tanjidor is One of Indonesia's cultural wealth is owned exclusively ethnic Betawi people are still shades of the Netherlands. But there is also the argument that Portugal Art is the background for the emergence of Tanjidor.Namun if we question when in fact this Tanjidor Art born? So the answer is at the time of colonization Belanda.Ternyata Art Tanjidor born before slavery was abolished in the late 18th century. Tanjidor originally played by Dutch slaves. When the Dutch came to power, its officials have houses scattered around Batavia. So the slaves also was assigned there. In his spare time, slaves were often playing a music in a group.

Tanjidor Orchestra Batavian Music Culture


Tanjidor is the art of music played by a group of people. It is often called Tanjidor Orchestra. Tanjidor orchestra evolved since the 19th century after the rise in Perkoempolan Kaoen Betawi.
Tanjidor consists of piston, trombone, tenor, clarinet, bass, and drums. Piston, tombon, tenor, and bass clarinet is a wind instrument, the alar sendangkan drum percussion. When we went to Jakarta, her special interest in a residential area Betawi, we will find the Betawi wedding ceremony accompanied by the Orchestra Tanjidor.

Tanjidor Performing as Batavian Music Culture

Tanjdor orchestra frequently played folk songs such as barley. In addition to marriage, some events are generally dimeriahan by Orchestra Tanjidor is circumcision, public events such as Indonesia and kemerekaan commemorate the new year both AD and Lunar. In the event Orchestra tanjidor generally around while playing music that is often called ngamen.Ngamen done by walking barefoot.

Monday, 9 March 2015

FOR MY SON eps 2

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Setelah memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT dan Shalawat kepada Rasul-nya, Keluarganya yang suci serta sahabatnya yang baik, ketahuilah wahai anakku, bahwa kesehatanku kian hari kian berkurang. Sedang waktu terus berlalu, kematian kian mendekat, membuat aku sadar untuk membekali kalian dengan pengalaman mengenai pasang surut kehidupan, mengenai kenyataan hidup dan kehidupan.
Oleh karena itu, aku memutuskan untuk menuliskan nasehat ini untukmu.

Anakku sayang, engkau bagian dari tubuh dan jiwaku. Pada saat kau sedang terlelap tidur, aku sering kali memandangmu, dan aku merasa memandang pada diriku sendiri. Jika suatu bencana menimpamu, aku merasa itu terjadi pada diriku, kesedihanmu adalah kesedihanku. Deritamu adalah deritaku.

Bagaimanapun sayangku padamu, pasti suatu saat kita akan berpisah ketika Malaikat maut menjemputku nanti. Berat nian kelak perpisahan ini. Namun, yakinlah bila engkau turuti wasiatku, kita akan berkumpul sekeluarga di surga Allah dengan kemesraan yang sangat menyenangkan. Insya Allah... Amin!

Anakku sayang, berusahalah untuk memahami wasiatku ini, renungkanlah jangan kau abaikan. Aku menyadari bahwa aku telah semakin tua dan merasa semakin lemah. Sebelum kematian menjemputku, ingin kusampaikan kepadamu wasiatku ini. Aku tak ingin meninggalkan dirimu tanpa pegangan.

Jiwa seorang anak bagaikan tanah kosong yang menerima dan menumbuhkan apa saja yang ditanam. Oleh karena itu, sebelum pikiranmu kehilangan kesegaran, sebelum hatimu keras, sebelum ada permasalahan dan agar engkau tidak dituntut di pengadilan dunia maupun akhirat.

Wasiatku yang terutama untukmu wahai anakku, bertaqwalah kepada Allah SWT. Jadikanlah hamba Allah yang shaleh. Jaga pikiran-mu kepada-NYA selalu.

Anakku sayang, hidupkanlah hati dan pikiranmu dengan menerima ajaran Islam. Jadikanlah keshalehan sebagai pemandu keinginanmu. Binalah budi pekertimu dengan keyakinan yang tulus pada agama Allah. Taklukan keinginan pribadimu dengan mengingat kematian. Insyafilah, bahaya nafsu menimpa orang-orang yang lupa akan adanya kematian, kini sebagian mereka menderita di penjara jiwanya dan digelapkan hatinya.

Anakku sayang, sadarilah akan kefanaan hidup dan segala kesenangan dunia. Jangan lalai mempersiapkan tempat tinggalmu yang akan datang di akhirat. Jangan korbankan yang kekal dengan kesenangan dunia yang semu. Segala apa di dunia ini akan berlalu. Dekatilah tuhan-mu. Renungkanlah nasehatku ini wahai anakku. Renungkanlah sayang..
Jika engkau ingin hidup tenang, janganlah menginginkan yang tidak ada. Nikmatilah apa yang ada di tanganmu; nikmati pemandangan indah, makanan, buah-buahan dan segala yang indah dan halal, jangan mencampakan rizqi yang ada karena mendambakan yang belum ada. Tapi jauhilah apapun yang haram. Dengan begitu, engkau akan terbebas dari penjajah nafsu. Engkau bebas dari jeratan setan, sehingga pikiran menjadi lega dan tenang.
Perasaan tenang akan dapat membentuk keinginan untuk membina kehidupan yang Thoyyibah di dunia dan selamat di akhirat selamanya.

Anakku sayang, uruslah dan siapkan diri untuk membina sakratul maut saat tercabut serabut nyawa dari badan. Lalu saat diurug tanah dipendam di lahat, kemudian ditinggalkan sendirian di kubur,aduh, sulit kita bayangkan. Setelah itu, berada di alam Barzah, padang Mahsyar, timbangan amal, peradilan dari yang maha.

Anakku sayang, berjuanglah demi mempertahankan iman dan islam. Jangan khawatir jika orang mengejekmu dan memfitnahmu. Janganlah ragu untuk membela kebenaran. Hadapilah dengan sabar segala penderitaan yang menimpa dirimu. Binalah kesabaran dalam menghadapi kesulitan. Kesabaran merupakan salah satu akhlak mulia. Bersandarlah hanya kepada Allah SWT, mohonlah senantiasa perlindungan-Nya, karena Allah SWT sebaik-baiknya pelindung.

Tumpukanlah ibadahmu, permohonanmu, harapanmu dan kecemasanmu hanya kepada Allah SWT. Mintalah petunjuk-Nya sesering mungkin, dan perbanyaklah shalat malam. Pasti Allah akan menyayangimu dan membimbingmu..

Anakku sayang, berupayalah dan bersungguh sungguhlah dalam menuntut ilmu, kuasailah segala bidang ilmu. Milikilah pengetahuan yang menyeluruh mengenai hukum-hukum Islam. Dan hendaknya engkau mampu menciptakan ilmu untuk kesejahteraan bangsa.
Sebaik-baiknya pengetahuan adalah yang berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Jadilah engkau manusia yang senantiasa berbuat kebaikan kepada setiap orang, jadikan dunia ini ladang untuk menanam kebaikan. Pasti di akhirat engkau akan menuainya.

Aku ingin engkau menjadi manusia yang berakhlak mulia, berjiwa besar, jujur serta bening pikiran maupun perasaanmu, sehingga tiada kebencian sedikit pun dalam hatimu terhadap sesama mahluk Allah, terlebih terhadap sesama muslim.
Ketahuilah anakku sayang, bahwa sebaik-baik wasiat adalah taqwa kepada Allah SWT, bersungguh-sungguhlah menjalankan tugas yang diwajibkan-Nya secara jujur.

Jangan biarkan dirimu diombang-ambingkan golongan setan, tapi ikuti, pelajari dan pegang erat-erat kitab suci Al-Qur’an dan sunnah nabi. Kemudian dekatkan dirimu kepada tuhanmu dan kepada orang-orang shaleh yang dekat dengan Allah. Sebab sepandai apapun orang beragama. Tidak mungkin selamat tanpa tuntunan Allah SWT dan bimbingan orang shaleh.
Ingatlah, dalam berusaha mohonlah tuntunan Allah SWT. Bersihkanlah hatimu dan pusatkan pikiranmu (berdzikir) saat hendak menyelesaikan masalah. Karena jika perasaan dan pikiranmu belum terbebas dari nafsu, maka engkau akan membuta tuli dalam menyelesaikan masalah hingga akan menyebabkan sengsara. Dalam keadaan seperti itu, yang terbaik adalah berhenti sejenak.

Anakku sayang, perhatikan baik-baik wasiatku ini. Dan ketahuilah, bahwa Allah SWT adalah penguasa hidup dan penguasa maut, Dia-lah pencipta sekaligus pemusnah, Dia yang menghidupkan, memusnahkan dan akan menghidupkan kembali, Dia yang mengirim bencana dan hanya Dia pula yang dapat menyelamatkan. Dia pemilik jagad raya. Dia ada tanpa diadakan. Dia yang mengadakan dan melahirkan segala yang ada. Dia tidak pernah tidak ada. Tidak sama dengan apapun. Tidak serupa siapapun. Dia pemilik segala yang ada. Sembahilah Dia! Dia Allah, tidak ada yang dipertuhankan selain Allah.
Ingatlah, bahwa alam semesta ini berjalan di bawah hukum-hukum Allah SWT. Allah ciptakan di dalamnya sebab dan akibat, sakit dan sehat, penderitaan dan kenikmatan dan sebagainya.

Anakku sayang! Sadarlah akan minimnya pengetahuan kita, ada banyak hal di dunia ini yang berada di luar jangkauan ilmu manusia. Oleh karena itu, dekatilah Tuhan yang telah menciptakanmu, yang menjamin rizqimu sejak didalam perut ibu hingga kini, yang menyempurnakan rupa dan bentukmu. Hendaknya engkau bersujud, menyembah dan bermohon hanya kepada-nya saja. Laa Illaaha Illa Allah. Tidak ada yang kupertuhankan selain Allah.

Anakku sayang, engkau adalah anak yang shaleh dan bertaqwa, aku yakin engkau akan mendapatkan bimbingan dan pertolongan Illahi (Taufiq dan Hidayahnya) dalam mencapai tujuanmu. Aku sangat berharap agar engkau berjanji pada dirimu sendiri untuk bersungguh-sungguh mengikuti nasehatku ini karena aku tak rela berpisah denganmu wahai belahan jiwaku kelak setelah wafat. Jika engkau mendapat ampunan Allah lebih dahulu di akhirat, mintalah syafa’at agar kami mendapat ampunan. Katakan kepada Allah bahwa engkau ingin berkumpul bersama orang tua yang sangat menyayangimu ini. Aku berjanji, Jika aku telah terlebih dahulu mendapat ampunan Allah, aku akan sujud dan menyampaikan kepada Allah bahwa aku tak tahan di surga tanpa anakku yang amat aku kasihi. Aku akan mengemis kepada Allah agar dikumpulkan bersamamu, Ya Allah.

Anakku sayang, bertaqwalah dan jaga diri baik-baik agar kita dapat berkumpul bersama dalam kehidupan yang indah tanpa marah, hidup dengan senyum ramah, tanpa penyakit, tanpa susah dalam kedamaian yang mesra. Semua selalu ramah, selalu mesra dan semua serba indah. Insya Allah.
Mungkin saat kau membaca wasiat ini aku sudah kembali kepada tuhanku, jangan lupa do’amu untukku selalu. Jaga dan bantulah saudara-saudaramu.
Renungkanlah wasiatku ini wahai anakku, peluk ciumku serta doaku selalu untukmu.

-Papa'mu-
Maret 2015

A GLANCE EXPLANATION OF DAYAK TRIBE OF CENTRAL KALIMANTAN

The three big Dayak tribes who inhabit this province are Ngaju, Ot Danum, and Ma’anyan Ot Siang. Ngaju, like some other tribes, moves from one region to another. They adhere to the old Kaharingan religion, which is the form of ancestor worship, mixed with animism elements. They have seen progress. Many of them live in the towns, have enjoyed an education and they are intelligent.
The Ot Danum live in longhouses, which sometimes have as many as 50 rooms. The unique longhouse is called Betang. With approximately 6,000 people, the Ot Danum is the largest among the three tribes. They are known for their skill in plaiting rattan, palm leaves, and bamboo. Made by the women, such products are sold in many cities such as Banjarmasin, Kualakapuas, and Sampit. Like other Dayaks, the men are good hunters, using simple tools. The art of Central Kalimantan clearly bears the marks of the Kaharingan religion, which is the traditional belief of the Dayaks in the hinterland of Central Kalimantan. The building styles are the elements of the Hindus, Chinese, and Hindu-Javanese. Aside from their aesthetic properties, such products are appreciated for their magic value.
The Ma’anyan speak a language which is almost the same with that on Madagascar. There is a lot of speculation that their ancestors crossed the sea to Madagascar in the 3rd or 4th century. This would mean that the Ma’anyan lived more close to the beach than they do today.b 300x217 Dayak Tribe of Central KalimantanThe Ot Danum (the name means upstream area) live in the area around the rivers north of the Ngaju and south of the Schwaner- and Müller Range, as well as the Melawi-beaken of West Kalimantan, which is located north of the Schwaner Range. Their area is three hundred km wide stretch of land just south of the equator. The Ngaju see the Ot Danum as their cultural ancestors, but there are remarkable differences between the two groups. The Ot Danum live in longhouses in pillars, two to five meters above the ground. This habit is probably taken from the Kenyah or Kayan.


The Ngaju
The Ngaju, the most known Barito Bayak, managed the creation of the province of Central Kalimantan. They speak different dialects of which the Kahayan has become the local dialect. Most Ngaju practice Kaharingan, or are converted to protestantism; only the Bakumpai Ngaju converted to islam over a century ago.
The branding longhouses of the Dayak are hard to find among the Ngaju. Their place is taken by communal rooms, in which meeting and rytes are held. The Ngaju belong to the best artists of Borneo. This reputation is shown in the ceremonial objects for the dead, like the wooden coffins, tombes, and sailboats and big statues.

The Ma’anyan
The different Ma’anyan communities hold contact with each other and with the cities along the Barito by periodical markets. Their most important product for trade – nice canoos made out of one piece – are loved among the Banjarese.
During wars the Ma’anyan lived in family houses in pillars, which could be as high as seven meters. Many Ma’anyan practiced the Kaharingan religion. They know complicated rytes in combination with agriculture and funerals, bring sacrifices for spirits and ask a sjaman when someone has fallen ill. On their graveyard, you can see that the Ma’anyan used to be very layered: the bone-houses of the nobility are placed more upstream, followed to the ones of the warriors, the normal population and the slaves, most downstream.
Before a traditional marriage, the comming husband needs to work and live with the family for five years. This period can be shortened by payments to the coming mother-in-law. This is an extra on the bridal treasure, which consists of bronze drums, beads and money.
The Ot Danum
The same with the headhunting, the mild form of social hierarchy and the images on shields and mandau lemmets. However the religion of the Ot Danum looks like that of the Ngaju (most of them still practice kaharingan), their ritual re-burials are more simple and their woodcarvings are less detailed.

Thursday, 5 March 2015

CLASSICAL DANCE BANJAR



Banjar dance is dance that was developed by a tribe Banjar, either in the form of classical dance (Baksa, accompanied by Gamelan Banjar) and traditional dance (Panting music accompaniment).

Types of Banjar Dance


Bagandut type of traditional dance in pairs which in the past was the highlight erotic dancers dance like a dance ronggeng tayub in Java and Sumatra. Gandut means tledek (Java).


Gandut dance was originally only played in the royal palace, new in about 1860's dance evolved into corners of the kingdom and become the preferred type of art by a group of ordinary people. This dance is played every crowd, for example marriage ceremony night, hajad, hometown fundraiser and so on.



Gandut is a unique profession in society and women are not capable of being Gandut carelessly. In addition to requirements and should be pretty good at dancing, a Gandut also required to master the martial arts and certain spells. Additional knowledge is very important to protect himself from the hands of the audience who did little nosy want to wear black magic lure. In the past many Gandut that diperistri by the nobles and government officials, as well as a beautiful face they are also believed to have knowledge that pleases the audience charmer. Komalasari Nyai queen, consort of Sultan Adam is a former dancer Gandut famous.


In its heyday, the dance arena Gandut often a shootout competition arena prestige of the men who come to dance. This competition can be seen through the manner of men dancing skills and show how much money is left to the Gandut.


Gandut dance as entertainment continues to grow in agricultural areas throughout the Kingdom of Banjar, with its center in the area Pandahan, District Central Tapin, Tapin district.


Gandut dance since the 1960s are no longer growing. Factors Islam is a major cause loss of this type of art coupled with the onslaught of other types of modern art. Now Gandut can still be played but no longer as the original dance just as a reminder in the preservation of traditional arts Banjar.






Tuesday, 3 March 2015

MENGAPA BAYI YANG DIGENDONG PENGEMIS SELALU TERTIDUR?


Pernahkah Anda memperhatikan, saat bepergian ke suatu tempat, dimana ada seorang ibu pengemis menggendong bayinya yang sedang  tertidur, kemudian Anda merasa kasihan? Hal yang sebenarnya dialami bayi tersebut, justru akan membuat kita miris.
Seperti dilansir dari themirrorposTcom, banyak pengemis di negara-negara Asia, Eropa seperti di Rumania dan Amerika Selatan, yang menggunakan bayi-bayi yang disewa, atau bahkan diculik dari keluarganya.

Bagi Anda yang memiliki bayi atau anak kecil, dalam sehari pasti mereka pernah menangis atau tak bisa diam. Lain halnya dengan bayi yang dibawa oleh para pengemis. Seringkali mereka terlihat tidur sepanjang hari.

Nah, untuk membuat bayi itu tertidur terus dan tidak mengganggu aktivitas mereka 'mencari uang', tak jarang pengemis memberi bayi-bayi malang itu obat bius, minuman beralkohol hingga heroin.
Seorang wartawan dan penulis buku dari Inggris, bernama Matthew Solo, selama sebulan ia mengamati aktivitas para pengemis di Bangkok dan Kamboja.

Matthew, bersama temannya yang berasal dari Rumania, mendapat info, jika para pengemis itu bagian dari bisnis organisasi kejahatan.
Bayi-bayi malang, dengan tubuh masih rentan itu, tidak mampu mengatasi bahaya yang dihasilkan dari pemberian minuman dan obat-obatan terlarang. Tak jarang, banyak dari bayi-bayi itu yang meninggal, selama mereka dibawa mengemis.

Yang mengerikan dan membuat miris, pengemis tersebut membawa bayi dan anak yang meninggal, hingga malam hari. Karena ketidaktahuan, banyak orang-orang yang memberi uang kepada pengemis itu. Tindakan moral mereka, yang didasari rasa kasihan sebenarnya tidak membantu, karena pengemis justru mengeksploitasi bayi dan anak-anak.

Dari hasil pengamatan Matthew, setiap hari para pengemis itu membawa anak atau bayi yang berbeda dari hari sebelumnya. Saat ditanya oleh Matthew, pengemis itu hanya diam saja.
Anda bisa membayangkan jika, anak dari seseorang yang Anda kenal diculik, kemudian dibius dan dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak baik. Bagaimanakah perasaan Anda? Sementara banyak orang yang memberi pengemis itu uang, dengan memanfaatkan rasa belas kasihan mereka.

Jadi, setiap kali Anda melihat pengemis di stasiun, di bawah jembatan, di jalanan, atau dimanapun, sebelum Anda ingin memberi uang kepada mereka, berpikirlah, jangan sampai Anda berkontribusi dalam membantu bisnis ilegal ini berkembang.

Semoga bermanfaat.


Monday, 12 January 2015

ANTARA SUAMI, MERTUA DAN ORANG TUA

Kadang seorang istri kurang memahami mana yang harus didahulukan antara Suaminya, Orang tuanya, atau Mertuanya.

SUAMI ADALAH TIKET SYURGA BAGI ISTRI
Dia harus didahulukan daripada orang tua istri,
Hal ini terjadi karena PERNIKAHAN,
Yaitu proses IJAB dan QOBUL (serah terima) antara orangtua atau wali kepada suami.
"Dari Aisyah r.a,aku bertanya kepada Rosulullah,"Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak atas seorang wanita? Beliau menjawab,"Suami dari wanita itu"
Aku bertanya lagi:
"Siapa yang paling berhak atas seorang laki laki, Rasulullah menjawab,"Ibu dari laki laki itu"
( HR.Imam Hakim )

"Setiap istri yang meninggal dunia dan diridhoi oleh suaminya, maka ia masuk syurga"
( HR.At-Tirmidzi)

Rasulullah bersabda:
"Apabila wanita telah melaksanakan shalat 5 waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya dikatakan untuknya"masuklah Syurga dari pintu arah mana saja yang engkau kehendaki"
(HR.Ahmad dan At-Thabrani )

ORANG TUA ADALAH TIKET SYURGA BAGI SUAMI.
Dari Abdullah Ibnu Amar al-'Ash r.a,Rasulullah bersabda:
"Keridhoan Allah tergantung kepada Keridhoan Orangtua, kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua"
(HR.At-Tirmidzi)
Sesuai Hadist diatas, maka bagi seorang laki laki,orangtua adalah lebih utama di bandingkan istri dan anak anaknya.

Hal diatas bisa kita lihat dari kisah 3 orang yang sedang dalam perjalanan dan kemalaman,sehingga mereka menginap di sebuah goa.
Namun, goa tersebut tertutup oleh sebuah batu besar sehingga mereka tidak berdaya mendorong batu tersebut dan tak bisa keluar dari goa.
Kemudian salah seorang dari mereka berkata:
"Sungguh tiada seorangpun dari kita yang dapat menyelamatkan kita dari bahaya ini,
Kecuali jika kita berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal sholeh yang pernah kita lakukan".

Kemudian salah seorang dari mereka yang pertama berdoa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku tidak pernah memberi minum susu kepada siapapun termasuk anakku, sebelum aku memberi susu kepada orangtuaku.
Suatu hari ketika aku pulang kerumah dan mendapati ayah ibuku sudah tertidur namun aku tidak mau membangunkan mereka,
Sungguh,aku menunggu mereka bangun sampai terbit fajar sambil membawa susu walaupun anakku menangis merengek rengek minta susu dibawah kakiku.
Sungguh, jika aku melakukan hal ini hanya mengharap ridho_MU, maka bukalah pintu gua ini, ya Allah..!"
Kemudian pintu goa tersebut terbuka sepertiganya.

Dari kisah diatas bisa kita belajar bahwa,
Mendahulukan segala urusan orang tua bagi seorang laki laki adalah yang utama.
Maka bila seorang laki laki mempunyai istri yang senantiasa mendorong dan memotivasi suaminya untuk selalu berbuat baik kepada orang tuanya, maka..
Sungguh wanita seperti inilah yang bisa menjadi TANGGA bagi suami untuk masuk syurga dan otomatis istrinya akan mengikuti suami masuk syurga karena keridhoan suaminya sesuai Hadist diatas.

Dan sebaliknya, jika seorang istri selalu memicu permusuhan antara suami dan orangtuanya, maka.. dialah seburuk buruk istri.
Suami dan istri akan masuk neraka kecuali meminta maaf dan memohon ampunan kepada Allah, dan mendapat ampunan_Nya.

SUAMI HARUS MENGAJAK ISTRI UNTUK BERBUAT BAIK KEPADA KEDUA ORANGTUA ISTRI.
Suami yang taat kepada Allah, dia akan mendorong istrinya untuk berbakti kepada kedua orang tua istri, Sehingga bila istri ingin membantu orangtuanya pun harus seizin suaminya.
Hal ini sesuai firman Allah:
"Dan kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada orangtuanya (terutama kepada ibunya), Karena ibunyalah yang telah mengandungnya dengan susah payah, dan menyapihnya dalam (umur) 2 tahun, Oleh karena itu, hendaklah kamu bersyukur kepada_KU (hai manusia) dan juga kepada orang tuamu"

(QS.Luqman :14 )